Thursday, August 26, 2010

P3 yang Merusak Kehidupan Laki-Laki di Saudi

Dahulu almarhum kakek ku mengatakan bahwa ada 3 hal yang bisa menghancurkan kehidupan seorang laki-laki, yaitu minum, madat dan madon ( minum keras, ganja dkk dan main wanita ). Di tanah rantau Saudi sedikit berbeda yaitu P3 ( penampungan, pulsa, penyakit ).
Di tanah penuh rahmat dan hidayah ini, ganjaran oleh Allah untuk kita datangnya saat itu juga. Kalau kita jeli dan peka tentang hal itu, tetapi kita tidak cepat bertobat dan memohon ampunan Allah, niscaya kita akan terjerumus neraka dunia yang akhirnya neraka akhirat.
Aku berani bicara seperti ini karena banyak contoh-contohnya berdasarkan pengalaman diri sendiri maupun teman-teman yang ada di tanah rantau ini.

  1. Penampungan adalah nama keren rumah bordil yang digarap oleh putra-putri Indonesia. Dimana putra-putra Indonesia maupun manca negara lainnya bisa mencicipi sajian putri-putri nusantara. Banyak sekali digandrungi oleh putra-putra bangsa yang akhirnya menguras gaji sebulan.
  2. Putri-putri bangsa di tanah rantau jauh lebih aggresif, mereka rata-rata mempunyai hp dan jaringan mereka hampir sama seperti facebook. 60% putri-putri bangsa tersebut hidup dalam kekangan majikan, tidak bisa keluar rumah, tidak boleh bicara dengan siapa-siapa dengan alasan takut kabur karena mereka sudah dibeli oleh majikannya seharga Rp20jt dikantor-kantor PJTKI. Senjata mereka satu-satunya adalah hp yang diberi majikan untuk komunikasi ke Indonesia bila perlu saja dengan pulsa terbatas. Hp itu kemudian pada awalnya digunakan untuk sms-an sesama putrid-putri bangsa untuk mencari putra-putra bangsa yang haus suara wanita. Bila target sudah ditemukan putri-putri itu akan menelpon putra-putra tersebut dengan suara lembut dan merdu sampai pulsa mereka habis. Penasaran, putra-putra bangsa akan menelpon balik, jam demi jam, hari demi hari, rayuan demi rayuan. Dengan teknologi 3G, video call pun bisa dilakukan, bahkan putri-putri itu tak segan-segan membuka baju. Setelah terobsesi dengan putri-putri itu, putra-putra bangsa dengan sangat royal mengirim pulsa ke hp putri-putri obsesinya. Pulsa-pulsa itu dari satu sisi menolong putri-putri bangsa agar bisa berkomunikasi sepuasnya dengan sanak keluarga di Tanah Air. Disatu sisi menghancurkan putra-putra bangsa, karena gaji sebulan habis karena obsesinya terhadap wanita.
  3. Penampungan juga seperti di Indonesia sangat rawan dengan penyakit seksual. Kalau di Indonesia kawasan lampu merah masih bisa terkontrol oleh dokter-dokter untuk menekan penyebaran penyakit seksual. Kalau disini rumah-rumah bordil beroperasi secara sembunyi-sembunyi, jadi penyebaran penyakit seksual tersebut sangat tidak terkontrol. Kalau sampai terkena penyakit-penyakit tersebut alangkah runyamnya hidup kerena dokter dan obat-obatan di Saudi jauh lebih mahal dibandingkan di Tanah Air. Ya mengerti sendiri lah efeknya ke gaji yang seharusnya dikirim untuk sekolah dan makan anak istri di Tanah Air.

3 comments:

Lina Gustina said...

Hah...ternyata sudah separah ini...

arif said...

Khair..khair..

Lina Gustina said...

Mampir lagi dan baca lagi...
Kok bisa separah ini ya, ada rumah bordil di Saudi, hasil karya warga Indonesia lagi :(

Trims komentarnya, tapi saya belum dikaruniai anak lho Pak, yang di foto itu keponakan :)